Selasa, 18 Januari 2022

Terbang Di Angkasa Dalam Posisi Pesawat Udara Miring? kendalikan Kepanikanmu


Catatan Perjalanan  Ani Paga


Beruntung baksonya telah dilahap habis ketika gaungan sirene membahana pertanda pesawat yang akan mengangkut  kami ke Makasar akan tiba. Ah aku menghabiskan segelas  minuman teh manis hangatku. 


Temanku menggendong ransel, mendesakku segera angkat kaki. Yoi, let's go to fly.


seperti biasa kami melewati pemeriksaan X Ray di gedung terminal. Lagi-lagi senyum cantik sang petugas perempuan disodorkan pada kami. Tak ketinggalan petugas priapun ikut sibuk memeriksa kami. 


Taraaaa

Kamipun lolos masuk ke waiting room terminal bandara Tampa Padang Mamuju..


Pesawat yang ditunggupun menampakkan batang hidungnya di runway kemudian menampilkan lekukan tubuhnya menari menuju taxi way.  30 menit kemudian panggilan boardingpun bergema di waiting room memanggil para penumpang menuju Makasar. 


Di gate 1 boarding pass kami diperiksa. Kami mengayunkan langkah menuju pintu pesawat  kemudian mencari tempat duduk sesuai  seat number yang tertera dalam boarding pass.


Waktu take offpun akan tiba. Pramugari terlihat huru-hara menutup pintu pesawat. Pengumuman dari cockpitpun terdengar tak lazim; sangat tergesa-gesa. 


Pesawat kami akhirnya lepas landas dan terbang bebas. Baru saja 15 menit mengangkasa kami merasakan sesuatu yang aneh. Pesawat kami terbang oleng dan miring ke kanan kemudian berputar balik menuju bandara Tampa Padang Mamuju. 


Para penumpang tentu saja panik dan berteriak histeris. Guncangan  burung besi itu menakutkan. Suasana dalam cabin sangat mencekam. 


Aku berusaha mengendalikan kepanikanku dengan menarik rosario dari dalam hand bagku. Butir demi butir aku panjatkan hingga menyelesaikan butiran pada peristiwa kelima Aku meminta sabda Tuhan atas permohonanku. 


"Jangan takut Ani, pesawat  ini masih  bisa diperbaiki dan diterbangkan kembali" demikian bisikkan Tuhan yang hadir melalui suara hatiku. Tentu saja, sabdanya membuat aku tenang dan kepanikanku bisa kukendali. 


Aku tengadah dan melemparkan pandanganku keluar jendela, bentangan alam pegunungan di luar sana yang indah ikut mendukung proses pengendalian kepanikanku. Kendati demikian sempat terbersit jika saja pesawat kami mengalami ✈airplane crash bisa dibayangkan anggota tubuh kami terserak di antara tebing curam dan menembus dataran rendah. Ahhh sangat menyeramkan. Oh no. 


Aku kembali mengarahkan kedua bola mataku pada seluruh sudut ruang cabin. Suasana mencekam dengan histeria penumpang masih menggema. Aku berhasil menenangkan penumpang di sampingku dari kepanikkannya. 


Terdengar pengumuman terjadi kerusakan teknis pada salahsatu mesin pesawat tipe ATR 72 itu. 


Aku terus mengamati laju pesawat menuju Mamuju. Akhirnya kamipun berhasil mendarat di Bandara Tampa Padang. Kamipun berhamburan keluar dari body pesawat. 


Di waiting room terminal kami kembali berkumpul menenangkan diri sembari menanti pesawat pengganti yang menerbangkan kami menuju Makasar.


Sementara pesawat itupun diperbaiki dan puji Tuhan pesawat itu kembali diterbangkan menuju Balikpapan. Seorang penumpang perempuan memutuskan batal terbang bersama kami. Dia memilih kembali ke rumahnya di kota Mamuju. 

Kami menunggu pesawat pengganti dengan jenis yang sama menuju Makasar.


Agak lama kami menunggu. Pesawat itupun mendarat di bandara setempat. Di tengah sisa  kepanikan yang melanda kami berusaha menenangkan diri dan kembali memasuki pesawat. Penampilan body pesawat memang terlihat lebih baik dari pesawat yang sebelumnya. Kamipun terbang mengangkasa sembari menikmati keindahan pantai dan alam pegunungan Sulawesi dan sukses landing di bandara Sultan Hasanudin Makasar. 


Di bandara ini aku sempat menikmati sop konrow masakan khas Makasar. Maknyosnya dapat banget, enak di lidah. 

Tak lama berselang kami diperintahkan segera hengkang dari restaurant kemudian melangkah menuju waiting room untuk selanjutnya kembali terbang menuju Jakarta menggunakan maskapai yang berbeda. 


Tentu saja doa menjadi menu utama sebelum terbang. Puji Tuhan kamipun berhasil landing di bandara aero tropolis Soekarno Hatta Airport Cengkareng Jakarta. 


The end✈️✈️✈️✈️✈️✈️

Kamis, 09 Desember 2021

Eksistensi Janda; Antara Peran Ganda Dan Rayuan Genit


 


 

Catatan Rengkampong Ani Paga

 

Saat Sebeth Lasarpandang  baru saja membuka media sosial, tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan bunyi messenger yang membangkitkannya dari lamunan mengenang kembali almarhum suaminya. Seorang silent reader berjenis kelamin pria menyapanya, mengajaknya berkenalan. Tentu saja  Sebeth tak langsung merespond tawarannya. Sebeth Lasapandang diam-diam menyingkap profil sang pria, menyelidiki aktifitasnya di media sosial. Pria berkulit putih, berambut lurus, berhidung mancung mirip pria timur tengah inipun terus mendesak Sebeth  dengan berpura-pura berempati  terhadap duka Sebeth  kehilangan suami. Kalimat turut berduka citapun meluncur bebas dari mulut pria bertubuh jangkung ini  Tentu saja, Sebeth  memberi reward terhadap atensinya. Dari obrolan yang menarik keduanya sepakat untuk bertukar nomor kontak. Obrolanpun berlanjut di aplikasi whatsapp.

Dengan dalih mengajak Sebeth  berbisnis pria beristeri ini meminta Sebeth Lasarpandang  bertemu pada salahsatu restaurant bahkan beberapa kali dia berniat menyambangi  Sebeth   di tempat tinggal perempuan beranak satu ini. Sayangnya hingga tulisan ini diturunkan Sebeth  belum memenuhi permintaannya bahkan bertemu dengannya  tak dilayani Sebeth . Berbagai rayuan mautpun melayang ke arah Sebeth Lasarpandang, lagi-lagi peluru yang akan diberondongnya salah sasaran.  Sebeth  tetap bersikukuh untuk tidak bertemu dengannya. Alasan Sebeth  sederhana saja; , menjelekkan isterinya sendiri di hadapan perempuan lain bukanlah suatu sikap elegan seorang pria yang berstatus suami orang yang digunakannya sebagai peluru untuk merayu perempuan lain. Sikapnya sangat tidak bijak. Alih-alih bisnis  justru bertujuan lainpun, akhirnya berantakan. Sebeth  memutuskan tidak berbisnis dengannya.

Seorang janda lainpun memiliki kisah yang tak jauh berbeda. Perempuan ini sebut saja namanya  Mina Ringkikik mendapat rayuan seorang pria hidung belang yang masih berstatus suami orang. Mina janda cantik berbalut kulit putih bersih, berambut panjang ini bahkan diajak menikah seorang pria yang dikenalnya melalui salahsatu aplikasi media sosial. Mina akan dijadikannya sebagai isteri kedua dan menikah secara sirih. Pria ini mengaku memangku  satu jabatan strategis  di kantormya ternyata merupakan satu modus operandinya meraih cinta perempuan. Sejatinya pria ini tidak memiliki pekerjaan tetap. Tercatat deretan panjang perempuan dipacarinya dalam waktu bersamaan. Pria ini bahkan berani menjual janda ini pada pria muda untuk dijadikan teman free sex di akhir pekan. Tentu saja sikapnya demikian mendapat perlawanan dari Mina Ringkikik. Perempuan janda ini bersikap tegas melepaskan diri dari cengkraman lelaki itu. Komunikasi merekapun putus total

Rumah tangga merupakan kelompok primer dan merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memainkan peran penting terhadap dinamika kehidupan sosial. Suami dan isteri tentu saja memiliki peran masing-masing. Suami yang berperan sebagai kepala rumah tangga, mengayomi, melindungi keluarga menafkahi keluarga, menjadi imam keluarga sementara isteri betanggungjawab pada peran domestic mengurus anak dan rumah , melayani kebutuhan suami  namun seiring meningkatkan kebutuhan ekonomi rumah tangga seorang perempuan dituntut bisa berperan di luar rumah dengan berkarier di luar rumah. Ketika perceraian atau ditinggal mati seorang perempuan menikah berubah status menjadi janda.

 Terminology janda  mengacu  situasi pada perempuan  yang tidak bersuami karena ditinggal mati atau bercerai hidup  serta tidak lagi terikat dalam hubungan heteroseksual dengan pasangan hidupnya. Mendapat gelar janda tentu saja bukan impian yang menggiurkan bagi semua perempuan bahkan tak ada satupun perempuan yang berniat menjadi janda. Cerai hidup atau cerai mati  merupakan satu situasi yang terpaksa menempatkan perempuan menikah pada posisi janda.

 Seorang isteri  yang tadinya berfungsi sebagai tulang rusuk pasangannya, saat ditinggal suami diapun harus menjadi tulang punggung keluarga. Bebannya berlipat ganda pada ruang domestic yang berkiprah pada seputar rumah  dan extra domestica  dengan berkarier di luar rumah . Seorang janda harus memainkan peran mencari nafkah untuk menghidupi anak-anaknya, menjadi pelindung, pendidik bagi masa depan anaknya, Berbagai carapun ditempuhnya mengerahkan seluruh kekuatannya demi kebahagiaan keluarga serta dirinya sendiri.Peran seorang jandapun menjadi sangat kompleks.

Tak jarang ketika menjalankan peran extra domestica perempuan janda dihadapkan dengan stereotype negatif yang berdasarkan asumsi pribadi semata. Janda seringkali  berhadapan dengan stigma buruk serta seksualisasi janda.   Janda dianggap perempuan genit, murahan yang haus belaian kasih sayang, layak dirayu bahkan dicurigai bakal sebagai pelakor yang bisa merusak rumah tangga orang sehingga pantas dihindari, kehilangan pasangan hidupnya dianggap sebagai sosok yang tidak sempurna, yang tidak berdaya,  gerak-geriknya kerapkali dicurigai, kemudian dijadikan bahan pergunjingan para insan yang hoby bergosip ria. Eksistensi janda seringkali mendapat pelabelan negatif dan dilihat menjadi obyek yang menarik, yang mudah digoda, bahenol, janda bohay, dipandang hina bahkan pada kasus cerai hidup  janda dikonotasikan sebagai sosok yang gagal mencari solusi atas kisruh rumah tangganya. Konstruksi budaya yang demikian membuat janda enggan bersuara, dia menelan pil pahitnya seorang diri.

Narasi negatif terhadap janda acapkali berbuntut pada penempatan janda sebagai kaum termarjinal. Perlakuan seperti ini tak jarang membuat janda kehilangan percaya diri, menarik diri dari lingkungan sosial, serta kehilangan motivasi  dalam hidupnya.Janda ah janda.

Dalam system yang menganut budaya patriarki pada kasus tertentu janda yang tidak memiliki anak cenderung  mendapat perlakuan tidak adil dari keluarga suaminya. keluarga suaminya memutuskan hubungan keluarga dengannya. Perkawinannya yang semula dirajut secara hukum dihempas begitu saja.. Saya menemukan beberapa  kasus seperti ini pada beberapa perempuan janda yang hidup seorang diri setelah ditinggal mati suaminya,  janda tidak diberi akses ekonomi untuk menguasai hak warisan orangtua suaminya.

Tidak semua pria memberikan strereotype negative terhadap janda, seorang sahabat saya Martin W  asal Papua yang merupakan magister jebolan Eropah melihat janda yang ditinggal mati pasangan hidupnya sebagai sosok yang hebat karena melewati sebuah proses hidup yang luar biasa. Sementara pada perceraian  dilihatnya sebagai kumpulan orang gagal yang tidak mendapatkan solusi atas timpahan persoalan rumah tangga. Janda  dipandangnya sebagai sosok hebat ; mampu menjalankan dua peran sekaligus yakni peran domestic dan extra domestica. Secara fisik dan mental dia melihat janda lebih stabil ketimbang pria.  Dia memandang adanya a person  triple job pada janda mandiri yakni bertanggungjawab terhadap diri sendiri, anak dan masa depan anak. Di luar sana terdapat banyak perempuan janda yang mampu hidup mandiri secara ekonomi, sosial politik,

Dikatakannya adalah perilaku minus oknum janda yang mengarah pada money oriented merupakan salasatu pemicu yang mengundang hadirnya stigmatisasi buruk terhadap janda. Martin tidak sepakat dengan pria hidung belang yang melihat stigma buruk sebagai exploitasi materil serta seksualisasi  terhadap janda. Menurutnya lelaki harus membangun komunikasi serta interaksi yang memiliki nilai tambah secara psikologis. Take and give menjadi tanggungjawab bersama dengan demikian terjadi keseimbangan komunikasi. Seorang janda demikian menurut Martin harus meningkatkan kualitas secara personal, harus memiliki kecerdasan extra sebagai senjata menangkal stigmatisasi buruk.  

Tindakan preventif tentunya dibutuhkan untuk meminimalisir strereotype terhadap janda itu sendiri. Janda harus berani bermigrasi untuk keluar dari pelabelan negatif terhadap dirinya. Seorang janda asal Banten mengatakan janda lebih riskan terhadap godaan pria hidung belang. Menghadapi godaan sosial seperti itu maka harga diri seorang janda menjadi taruhan dan merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar, seorang janda harus memperketat pengawasan terhadap dirinya sendiri, lingkungan akan aman bilamana janda itu sendiri menempatkan dirinya secara proporsional.

 

Semoga bermanfaat

 

 

 

Senin, 29 November 2021

Ruteng; Kota Berhiaskan Wisata Alam Yang Eksotik. So What's?

 Ruteng; Kota Berhiaskan Wisata Alam Yang Eksotik.

So What's?
Ruteng Selayang Pandang


Catatan Wisata Rengkampong Ani Paga
Saat waktu bertengger di angka 6 am waktu Kupang pesawat udara berjenis ATR 72-500 berkapasitas 72 pax itu membawaku terbang tinggi di angkasa. Bandara Satar Tacik yang kini telah berubah nama menjadi bandara Frans Sales Lega Ruteng yang jaraknya kurang lebih 1 km dari rumah orangtuaku menjadi tujuan akhirku. Satu jam lamanya aku diterbangkan burung besi ini memberikan kesempatan bagiku menikmati sajian keindahan birunya laut Sawu yang terbentang indah di antara pulau Timor, Sumba, Flores.
Belum puas menikmati laut Sawu aku disajikan keindahan pulau Flores yang begitu memukau dengan sajian alamnya yang wow membuat mataku bertahan melek kendati semalaman nggak bisa tidur terlelap di salahsatu hotel di kota karang Kupang Timor Barat.
Topografi Flores yang berbukit dan dihiasi gunung tinggi semakin mengundangku melempar pandanganku secara berulang di jendela pesawat udara. Adalah gunung Inerie yang merupakan pyramida alam Flores di kabupaten Ngada serta beberapa bukit cantik menjadi sorotanku. Pemandangan ini tak boleh terlewatkan begitu saja. Flores gitu loh, benar-benar The Real Flower Island. Yang menyangkal silahkan minggir jauh hehehehe .
Sawah berbentuk jaring laba-laba 


Berani sumpah koq selama beberapa kali mendapat tugas kantor keliling Indonesia saya menemukan surga Wisata alam yang paling indah itu justru di Flores. Bukan karena pulau asalku ya. Tentunya aku bangga dong sebagai orang Flores.Maka tak heran kalau sang traveler menyematkan kata Flores pada pulau ini. Cantiknya Flores benar-benar menggoda. It's so amazing. Wow.
Pesawat itu terus bergerak maju hingga mengitari alam Manggarai yang menawarkan sensasi alam yang berbeda kemudian secara perlahan memasuki area sekitar Ruteng melewati beberapa bukit dengan hamparan sawah yang hijau menampilkan karakteristik budaya Manggarai yang terjelma dalam Spider Web of Rice Field (sawah berbentuk jaring laba-laba) yang nggak mungkin ditemukan pada sudut dunia lain. Noted ya, hanya ada di Manggarai Flores.
Bamboo Forest in Kumba Ruteng


Sang Pilot dengan lihai menari-nari dalam manuferkan pesawat di atas keindahan kota Ruteng sebagai Kota Lembah Lingko, membuat mataku tak bosan menikmati Kota Belanda Jaman Dulu demikian label yang disematkan teman kantorku pada kota yang memiliki sumber air terbanyak di Flores ini. Semoga saja tidak mengalami krisis air bersih ya.
Saat proses landing aku terus mengarahkan kameraku pada keindahan Ruteng yang diapiti gunung tinggi. Wow benar-benar deh bikin betah dan nggak pingin balik Jakarta yang polusi udara sangat tinggi ( kota terpolusi ketiga dunia), belum lagi menghadapi kemacetan panjang. Ruteng menjadi tempat istimewa membuang rasa rindu alam bebas.
Pagi harinya aku langsung tancap gas mencari sunrise, menangkap sensasi alam yang berbeda dan tak kutemukan di Jakarta. Lagi-lagi hamparan sawah hijau, bentangan alam pegunungan membuat my mind be fresh. Tak lupa aku membeli kompiang kudapan khas kota ini sebagai pelengkap kopi pagi dengan menyeruput Kopi Manggarai Flores yang memiliki cita rasa berbeda dan berkarakter.
Noted again, toto Kopi merupakan satu game yang menarik after seruput Kopi. Di sini dibutuhkan keahlian sang peramal membaca gambar ampas Kopi yang dikeringkan dalam gelas. Tingkat akurasinya nggak sama. Boleh percaya boleh tidak. Ini sekedar game. Jangan serius berlarut dalam game ritual toto Kopi. Just a game.
Beberapa hari kemudian aku nekat melakukan Solo City Tour. Menggunakan jasa pengemudi ojek saya berexplore ria menuju obyek Wisata Pilgrim Golo Curu sebagai bukit doa yang lokasinya terletak di sisi utara kota Ruteng. Dari atas bukit ini aku kembali melemparkan pandanganku pada setiap sudut kota serta kampung sekitarnya.
Aku kemudian berpindah ke ujung Timur bandara Frans Sales Lega tepatnya di Golo Cador menikmati sajian keindahan sawah berbentuk jaring laba-laba dengan pesona view gunung Ranaka sebagai gunung tertinggi di Flores.
Ruteng in the night


Dari sini aku mengarahkan tukang ojek menikmati alam Golo Lusang di bagian selatan kota Ruteng dengan sensasi kabut tebalnya yang juga tak kutemukan di Jakarta. Sebelum memasuki Puncak Golo Lusang sepintas pandangan kuarahkan pada Gua Maria sebagai Wisata Pilgrim berikutnya. Kulantunkan doa rosario sebagai bentuk devosiku pada sang Bunda.
Aku kemudian memaksa tukang ojek menembus udara dingin di antara hutan alam bukan hutan buatan seperti di ibukota. Lagi-lagi udara dingin merasuki tubuhku hingga ke sum-sum tulangku. Kamipun terus memacu adrenaline menelusuri hutan hingga Puncak. Di Puncak ini lagi-lagi kutemukan sajian keindahan alam Satar Mese dengan pulau Mules yang aduhai menambah gairahku ber-explore ria. Sejenak kami menikmati semangkuk bakso yang disediakan seorang penjual bakso asal pulau Jawa. Berkali-kali angin menyajikan aktraksi kabut tebal yang menari-nari di hadapanku.
Puas menikmati kemolekan kabut tebal aku meminta sang driver menuju Wisata budaya Kampung Ruteng Puu yang menyimpan catatan filosofi budaya Rumah Adat Manggarai. Lokasinya masih dalam kota Ruteng koq. Di sini anda bisa menggali bagaimana hubungan filosofi budaya antara bentuk structure Rumah adat dengan system pembagian lahan pertanian Manggarai yang berbentuk jaring laba-laba. Unik kan? Hanya bisa ditemukan di Manggarai Flores.
Tidak salah kalau Ruteng terpilih sebaga pusat pemerintahan yang sebelumnya berada di Todo satu kampung kecil yang hingga kini masih mempertahankan arsitekstur asli Rumah adat Manggarai.
Ruteng yang lokasinya sangat strategis memiliki luas 6.054 ha.
Topografi Ruteng yang memiliki dataran rendah mencapai angka 3.006 ha dibanding Todo Pongkor yang bertengger di angka 2.198 ha ikut menjadi data dukung sebagai dasar pertimbangan Belanda saat itu menjadikan Ruteng sebagai ibukota dan pusat pemerintahan.
Pembangunan infrastruktur di Rutengpun dikebut hingga rampung pada tanggal 31 Juli 1909 dan tanggal 1 Agustus 1909 ditetapkan sebagai hari lahir kota Ruteng.
Ruteng itu luar biasa. Ruteng itu kota 1000 biara, Ruteng itu kota Wisata honeymoon.
So what's.

 Podo Toko;

Jejak Ritual Kematian Dalam Budaya Manggarai Flores
Catatan pojok Ani Paga.
Jarum jam menunjukkan angka 23.30 sang pemimpin acara mulai mempersiapkan diri. Podo Toko merupakan salah satu rangkaian ritual adat kematian dalam Budaya Manggarai Flores
. Kata Podo Toko sendiri dalam adat Manggarai diterjemahkan sebagai pemisahan jiwa orang meninggal dunia dengan seluruh keluarga. Podo : antar, Toko : tidur
Suasana rumahpun menjadi hening. Dua anak muda diperintahkan menyiapkan garam kasar untuk dibakar di dapur.
Dalam acara ini biasanya dilakukan pada pukul 00.00 waktu setempat. Suasana hening menyelimuti ruangan, Hadirin dilarang bersuara bahkan batuk, bersinpun dianggap tabu.
Seorang juru bicara yang bertindak sebagai pemimpin acara melantunkan beberapa kalimat yang mengarahkan arwah agar beralih pada alamnya dan tidak diperkenankan memasuki rumah.
Saat bersamaan beberapa personil di dapur menyiapkan garam dapur kasar untuk kemudian dibakar pertanda arwah telah berada di luar rumah kemudian menjauh. Kapur sirihpun dipersiapkan untuk dioles membentuk salib pada pintu keluar.
Kapur sirih dipercaya sebagai penangkal menolak peristiwa kematian terulang.
Usai ritual Podo Toko biasanya selalu diikuti suatu game Ceha Kila : menyembunyikan cincin antar dua kelompok sambil menyanyikan lagu Ceha kila. Game semacam ini biasanya terus dilakukan hingga waktu menunjukkan angka 4 pagi. Saat game Ceha Kila dilakukan hadirin tidak diperkenankan pulang ke rumah masing-masing.
Sejak hari kematian hingga acara Saung Ta'a yang diselenggarakan pada hari kelima, anggota keluarga dilarang membersihkan rumah menggunakan sapu lantai bahkan semua anggota keluarga tidak diperkenankan mandi.
Sampah dalam rumah hanya boleh dibersihkan dengan cara dipungut kemudian diletakkan pada tempat sampah yang tersedia.
Menjelang subuh dibawa komando pimpinan acara melakukan ritual 'Samo" Salah satu acara pembersihan diri seluruh anggota keluarga pada sungai.
Dalam perjalanan menuju sungai para peserta tidak diperkenankan bersuara, menginjak kaki peserta lain, tidak boleh berjumpa dengan orang lain di luar kelompok peserta bahkan suara anjing melolongpun dianggap pertanda buruk.
Demikian pula pada saat kembali ke rumah, rombongan itu tidak boleh berbicara satu sama lain termasuk suara anjing melolong bahkan bertemu orang lain masih dianggap tabu.
Beberapa perlengkapan busana almarhunpun dibuang dan dibiarkan terhanyut mengikuti derasnya arus air yang mengalir sepanjang daerah aliran sungai.
Ritual adat pemisahan arwah masih berlangsung besok harinya yang dikenal dalam acara Saung Ta'a.

Sabtu, 29 Februari 2020

MELACAK JEJAK SANG MAMA KANDUNG

MELACAK JEJAK SANG MAMA KANDUNG


By : Ani Paga

Sore itu aku yang tengah.menunggu pastor untuk menerima sakramen pengakuan dosa di bangku panjang yang berjejer di halaman gereja tanpa sengaja mendapatkan seorang perempuan berambut lurus yang digunting pendek.
Beberapa ibu yang lainpun tampak duduk santai menunggu jadwal bertemu pastor.

Sebut saja Dewi nama ibu itu. Penampilannya sederhana, rada cuek bahkan dandanpun jauh dari sempurna. Polesan lipstikpun tak tampak menghiasi wajahnya yang cantik.

Dewi lahir di sebuah kota kecil tepatnya di ujung selatan pulau Sumatera. Kedua orang tuanya berpisah saat Dewi masih berada di dalam rahim ibunya. Entah faktor apa yang membuat orang tuanya berpisah hingga sekarang dia tak menemukan jawabannya. Bahkan sosok pria yang menjadi ayah biologisnya hingga kini tak pernah muncul dalam bayangannya. Sementara ibu kandungnya meninggal dunia pasca melahirkan Dewi. Dewi benar2 hidup sebatang kara.

Nasib Dewi masih beruntung. Sejak kecil namanya yang merupakan dewi keberuntungan Dewi diasuh seorang biarawati yang masih memiliki hubungan darah dengan ibunya.

Dewi mengikuti tempat tugas ibu pengasuhnya. Bersama sang biarawati, dia tinggal tak jauh dari rumah sakit tempat sang suster (nama panggilan biarawati) mengabdi.
Dewipun diberi pendidikkan yang layak. Dia menempuh pendidikkan di tingkat dasar hingga tingkat sarjana bahkan magister. Prestasi akademiknya terbilang sangat memuaskan.

Sejak usia SD Dewi selalu menanyakan keberadaan ibu kandungnya. Dia sangat merindukan akan pertemuan dengan sosok ibu yang melahirkannya. Suster yang selalu dihadapkan pertanyaan Dewi akan keberadaan ibunya selalu menjawab jika Dewi mau bertemu ibunya Dewi harus menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Motivasi inilah yang selalu membuat Dewi semangat belajar menempuh pendidikkannya. Tak heran di bangku sekolah prestasi sangat membanggakan.

Di saat usianya memasuki bangku kuliah biarawati itu memanggilnya pada suatu kesempatan. Awalnya pembicaraan keduanya yang terkesan ringan berakhir pada obrolan serius. Pertanyaan demi pertanyaan yang terus berkecamuk dalam benak Dewi tentang ibu dan ayahnya akhirnya terjawab. Sang biarawati menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Bagai disambar petir Dewi merasa sangat terpukul ketika mengetahui sang ibu kandungnya ternyata meninggal dunia pasca melahirkannya. Jiwanya sangat terpukul.

Sejak itu sikap Dewi mulai berubah. Dia yang tadinya semangat dan ceria berubah menjadi pemurung. Jiwanyapun berontak memprotes perlakuan alam terhadap dirinya. Sejak itu pula dia berubah penampilannya yang awalnya feminin menjadi seorang gadis tomboi.

Beruntung tantenya sang biarawati secara terus menerus membujuknya untuk tetap melanjutkan pendidikkannya. Alhasil Dewi berhasil menyandang gelar Magister dan mengabdi pada salah satu rumah sakit ternama di Jakarta. Kini Dewi telah menikah dan memiliki anak. Selain bekerja di rumah sakit Dewi memiliki usaha sampingan di rumahnya.

Kerinduan Dewi terhadap sang ibu kandung akhirnya terjawab juga. Dewi mendapat kesempatan mengunjungi makam ibunya di ujung selatan Sumatera. Sayangnya dia hanya menemukan unggukan tanah makam ibunya sementara ayahnya entah ke mana. Hingga kini Dewi masih menyimpan kerinduan.

Dewi melampiaskan kerinduan di makam ibunya, melampiaskan tangisnya bahkan membaringkan tubuhnya sendiri di atas makam ibunya untuk kemudian makam itu dipeluknya hingga dia sendiri tertidur.
Dewi terbangun ketika seseorang membisikannya "Dewi bangun, kamu tugas pagi nak". Dia mencari arah suara itu namun tak melihat sosok itu. Dewi meyakini suara itu berasal dari ibunya. Dewipun kembali ke Jakarta menjalani profesinya sebagai seorang dokter ahli bedah dan berkumpul bersama keluarganya dalam suka dan duka.

###Kekurangan bukanlah suatu alasan untuk tidak melangkah maju meraih prestasi.####

Terima kasih bu sudah mengijinkan saya share kisah perjalanannya.Ibu sudah sangat beruntung. Masih banyak insan lain yang belum mendapat kesempatan emas seperti ibu


Kamis, 27 Juni 2019

Berpuasa Itu Indah


By : Ani Paga

Tahun 2010 ketika menjalankan medical check up di rumah sakit Santa Elisabet kota Bekasi suami saya disarankan dokter internis yang merawatnya untuk menjalankan puasa.
Suamiku hanya diperbolehkan menenggak minuman air mineral sebanyak 1 liter bahkan lebihpun diperbolehkan. Reaksi  suamiku yang berkulit kuning langsat langsung berubah menjadi merah. Suami saya agak terkejut dan  stress mendengar saran Dokter itu. Kata PUASA merupakan satu hal yang belum pernah dilakukannya. Dengan sabar aku meyakinkannya dan mengajaknya melakukan puasa.

Kutuntun suamiku menuju Kapel kecil Santa Elisabeth yang berlokasi di belakang rumah sakit Elisabeth milik biarawati.
Di dalam kapel itu saya menyuruh dia berdoa Rosario di depan altar. Ketika dia sedang khusuk berdoa saya membisikkan satu kalimat pada telinganya “ Mintalah Tubuh dan Darah Yesus sebagai santapan rohanimu siang ini” demikian saranku padanya. Entah mengapa kalimat itu begitu mendadak mampir dalam hatiku.

Usai berdoa Rosario aku menanyakan suamiku apa yang terjadi. Puji Tuhan dia mengalami mujizat yang luar biasa. Rasa lapar dan haus yang awalnya menyiksanya kini berubah menjadi kenyang dan dia terlihat lebih segar.

Beberapa waktu kemudian kami kembali ke lobby Rumah sakit. Sembari menunggu terapi selanjutnya kami membeli buku bacaan dan membacanya hingga sore hari. Rasa sakit yang mendera tubuhnya berangsur pulih. Dokter yang merawatnyapun tersenyum melihat semangatnya berpuasa. Sayapun menceritakan mujizat yang dialaminya pada dokter itu.

Sejak kejadian itu, saya sendiri mulai melatih diri saya berpuasa. Setiap pagi hari saya saya selalu berdoa Rosario meminta kekuatan Tuhan.  Awalnya saya hanya mutih (makan nasi putih dan minum air putih) sembari berdoa. Lagi-lagi kalimat “Tuhan kenyangkanlah aku dengan Tubuh dan Darah SuciMu yang kudus” menjadi doaku ketika rasa lapar dan haus menggodaku.  

Puasa Prapaskah tahun berikutnya saya mencoba menjalankan puasa penuh. Setiap kali rasa lapar menghantuiku aku kembali berdoa agar setan yang menggangguku dijauhkan dariku dengan kekuatan tongkat serta tubuh darah suci Yesus. Alhasil aku berhasil puasa tidak makandan minum sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 di sore hari.

Tidak hanya puasa tidak makan dan minum, sayapun bisa mengendalikan emosi saya untuk tidak marah, benci, dendam pada orang lain. Adanya Kemauan dan Kekuatan yang berasal dari diri sendiri merupakan kunci sukses berpuasa. Satu saja pertanyaan saya saat itu mengapa saudara kita yang lain bisa menjalankan puasa dan mengapa kita tidak.

Ternyata tidak ada kata TIDAK BISA jika benar-benar kita bertekad menjalankan puasa. Dan satu hal yang perlu dilakukan Jangan Lupa Berbagi Dengan Saudara Kita yang kekurangan meski kita sendiripun sedang mengalami kesulitan. 
Memberi dari kekurangan tidak akan membuat kita Kekurangan.

Doa yang paling ampuh ketika kita dalam kondisi sedang lapar dan haus.


Selamat menjalankan puasa Prapaskah 2017 semoga bermanfaat.


Tabe (Salam khas Manggarai Flores)

Cear Cumpe; Narasi Syukuran Kelahiran Anak Dalam Budaya Manggarai

Catatan pojok budaya Ani Paga Jarum jam menunjukkan angka 9 am. Pemimpin upacara adat menyambut hadirin dengan menyodorkan sebo...